…… Hi readers, welcome to Ungke’s blog...! I am just an ordinary man who is proud of being Ungke and love writing anything that I like, especially related to my lovely hometown, Bitung …… Halo teman, selamat datang di Blog Ungke...! Saya orang biasa yang bangga dipanggil Ungke dan senang menulis hal-hal yang menarik perhatian saya terutama yang berkaitan dengan kampung halamanku, Bitung ……

Wednesday, September 16, 2009

Tur di Kapal Perang Peserta Sail Bunaken 2009

Kegiatan akbar Sail Bunaken 2009 telah usai. Banyak yang bilang, penyelenggaraan iven tersebut berjalan lancar. Bisa dibuktikan dengan tak ditemukannya masalah berarti yang mampu mengurangi meriahnya acara tersebut. Bitung dan Manado sudah melaksanakan tugasnya menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik.
Saya beruntung tinggal di Bitung karena bisa datang bahkan naik langsung ke atas kapal perang ataupun kapal tiang tinggi peserta Sail Bunaken karena kapal-kapal tersebut sandar di pelabuhan Bitung. Sedikit kilas balik saat saya mengantri untuk naik ke kapal perang yang melakukan open ship. Siang itu, saya di-sms oleh saudara saya bahwa hari itu ada 3 kapal perang yang akan melakukan open ship, salah satunya adalah kapal dari negeri tirai bambu, China. Segera setelah menerima sms itu, saya pun langsung bergegas, naik motor butut saya, brumm…..brumm…brumm… begitulah bunyi si butut itu ;) Berhubung jarak rumah saya ke pelabuhan tidak jauh, jadi tidak banyak makan waktu lama untuk sampai di sana. Tak sampai 5 menit, tibalah saya di pelabuhan Bitung. Seperti biasanya untuk masuk ke dalam area pelabuhan harus melalui pemeriksaan dulu di pintu gerbang. Setelah itu harus melalui pemeriksaan kembali di dalam area pelabuhan, kali ini setiap pengunjung harus menunjukan tanda pengenal diri dan melalui pemeriksaan metal detector, setelah dinyatakan “besih” barulah kami diberi cap dan diizinkan masuk. Di dalam dermaga, ribuan pengunjung telah membetuk barisan di bawah tangga 3 kapal perang asing yang melakukan open ship. Saya dan sepupu saya langsung pergi ke salah satu kapal, kali ini kami pilih kapal perang China. Kami harus mengantri sekitar 1 jam baru bisa naik ke kapal tersebut. Setelah tiba di atas kapal, saya langsung berkeliling kapal dan sesekali mengambil gambar dengan kamera handphone saya. Saya mencoba mencari awak kapal untuk bertanya-tanya tentang kapal perang itu atau sekedar berfoto dengan mereka. Namun sayang sekali tak satupun awak kapal perang China yang saya temui yang mampu berbahasa Inggris, alhasil terjadilah komunikasi dalam bahasa Tarzan, hehehe! Berikut ini beberapa foto yang berhasil saya ambil ketika sedang tur di kapal perang China.

Saya menghabiskan waktu sekitar 1 jam-an berkeliling kapal. Usaha untuk bisa naik kapal perang mulai dari melewati pemeriksaan berlapis petugas keamanan sampai pada bersabar dalam antrian ribuan orang akhirnya tidak sia-sia, semuanya terbayar dengan kepuasan karena bisa tur di atas kapal perang.

Read More......

Sunday, May 10, 2009

Bitung Siap Sukseskan World Ocean Conference

Konferensi kelautan dunia atau World Ocean Conference akan mulai berlangsung senin, 11 Mei 2009 besok. Sulawesi Utara didaulat menjadi tuan rumah iven akbar tersebut.

Walaupun pelaksanaannya sendiri dipusatkan di kota Manado namun seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi paling utara Indonesia ini diminta untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam rangka menerima tamu-tamu yang berasal dari sekurangnya 120 negara yang akan mengadakan kunjungan langsung ke beberapa kabupaten/kota baik kunjungan yang masih berkaitan dengan konfrensi tersebut ataupun hanya sekedar jalan-jalan menikmati indahnya bumi nyiur melambai.

Untuk kota Bitung sendiri, persiapannya sudah dilakukan dari jauh hari sebelumnya seperti pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana penunjang seperti jalan dan lampu jalan yang ada di kota Bitung. Walaupun penulis akui bahwa jauh sebelum rencana diadakannya World Ocean Conference di Manado, Bitung memang telah “mempercantik” diri dalam rangka mempertahankan tropi Adipura yang merupakan simbol kesuksesan pemerintah dareah menjaga kebersihan wilayahnya. Dan terbukti kalau Bitung mampu mempertahankn piala tersebut. Bahkan untuk tahun ini, kota ini berambisi merebut Adipura Kencana. Ini bukan ambisi yang tidak berdasar atau hanya nyaring diperdengarkan tapi hanya sedikit yang diperbuat. Sepanjang yang penulis lihat, kota ini sekarang sudah jauh lebih indah. Beberapa jalan yang tidak dalam kondisi baik telah diperbaiki, kebersihan kota semakin terjaga, keindahan kota terus terpelihara sehingga untuk menunjang iven internasional sekaliber WOC ini, sepertinya tidak banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah kota Bitung mengingat Bitung sendiri sudah siap.

World Ocean Conference yang akan diakhiri dengan Coral Triangle Initiative Summit adalah dua kegiatan yang sudah di depan mata. Sebagai bagian dari masyarakat Sulawesi Utara, mari kita tunjang kesuksesan acara tersebut. Terlebih lagi kota Bitung akan menjadi tuan rumah sebuah perhelatan besar yang tidak kalah bergengsi bulan Agustus mendatang, yaitu Sail Bunaken. Mari kita tunjunkan bahwa Bitung juga mampu menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan berskala antar-bangsa.

Read More......

Thursday, November 6, 2008

Barack Obama, A Black Man for The White House

We have been following a quite long process of US presidential election. Political journey of the contestants seemed to be world headlines for the last few months replacing Iraqi War Issue that previously dominated top stories of world media. We finally found out who is about to run the most powerful country for the next 5 years.

He once to be underestimated at his first nomination, he is a black man, he is the black man for the white house, he is Barack Obama. I personally congratulate you on being the 44th US President and the first Afro-American President in US history. You have inspired many people that dream can comes true if we work extra hard. My salute is also for Mr. John McCain who had shown us that he is really a high-minded person. He gave very good example of how to be a leader who is ready to be a winner and a loser as well. He failed respectably, and it is much more beautiful to lose that way then win by “dirty” way. Next year (2009) my country will vote for a new president as well. I hope Indonesia can take positive lessons from the election in US. I hope so!

Read More......